Laman

TROUBLE SHOOTING CD/DVD ROOM

Troubleshooting 1;
CD ROM tidak terdeteksi oleh bios
Solusi :
Pertama, cek cd-rom tersebut pada komputer lain. Apabila dapat terdeteksi, berarti cd rom berada dalam kondisi bagus sehingga kemungkinan ada masalah pada kabel IDE atau kabel power.
Kedua, ganti kabel IDE dan power lama dengan yang baru (salah satu atau keduanya). Ini dimaksudkan untuk memastikan apakah terjadi masalah dengan kabel tersebut atau tidak.
Ketiga, perhatikan posisi jumper padda optical drive anda. Secara default, jumper pada driver cd rom atau sejenisnya berada pada posisi master. Apabila anda menggunakan lebih dari satu drive, maka anda harus mengatur jumper pada masing-masing drive, maka anda harus mengatur jumper pada masing-masing drive dalam posisi master-slave. Penggunaan posis master-slave akan membuat proses pendeteksian menjadi tidak sempurna sehingga hanya mengenali satu drive. Petunjuk pengaturan master-slave biasanya tertera pada punggung optical drive.
Jika masih belum berhasil, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya cd rom beserta kabel-kabelnya dalam kondisi yang baik. Kemungkinan besar ada masalah ada port IDE di motherboard anda. Untuk permasalahan ini, lebih baik motherboard tersebut dibawa ke services centr mendapatkan penanganan-penanganan langsung dari ahlinya.
Troubleshooting 2;
Proses baca cd-rom tersendat-sendat
Solusi:
Proses pembacaan data pada cd-rom pada dasarnya dipengaruhi oleh kondisi optic dan media cd yang digunakan. Adanya goresan atau kotoran pada permukaan CD dapat mempengaruhi proses baca cd-rom sehingga sangat mungkin sekali kasus tersebut disebabkan oleh goresan atau kotoran pada media CD anda. Untuk mengatasinya, coba bersihkan permukaan disc anda dengan menggunakan alkohol (lebih dari 70 %) dan kapas untuk mengoleskannya.
Kemungkinan kedua disebabkan oleh adanya kotoran pada lensa optic. Kotoran ini bisa disebabkan oleh debu termasuk asap rokok yang berkeliaran di sekitas komputer sehingga akan menghalang proses pembacaan media disc tersebut oleh optic. Bersihkan bagian optic tersebut dengan menggunakan disc cleaner. Biasanya disc cleaner banyak dijual di toko-toko komputer atau elektronik.
Kemungkinan yang lain adalah masalah pada optic. Biasanya optic ini akan melemah seiring dengan usianya yang makin tua. Yang dapat dilakukan untuk memperbaiki permasalahan ini adalah dengan melakukan kalibrasi pada tripot optic yang terletak sekitar optic itu sendiri, yaitu dengan memutar trimpot ke arah kanan secara perlahan-lahan. Ini bertujuan untuk mempercepat putaran disc. Sedangkan putaran kearah kiri akan menjadikan putaran disc menjadi lambat.
Troubleshooting 3;
CD-ROM tidak dapat membaca keping cd
Solusi :
Kasus cd-rom yang tidak membaca keping cd, bisa saja  oleh keping cd yang kondisinya kurang baik, yaitu terdapat goresan pada permukaan cd. Coba gunakan cd lain pada cd-rom anda untuk mencaritau biang masalahnya. Apabila cd lain dapat terbaca, berarti kerusakan terletak pada media cd yang anda gunakan, jika tidak, berarti cd-rom andalah yang bermasalah. Bersihkan optic cd-rom dengan menggunakan disk cleaner. Selain itu, anda juga dapat melakukan pembersihan pada laser yang terganggu pada saat melakukan pembacaan, yaitu dengan semprotan udara bertekanan tinggi pada bagian dalam drive. Memang diperlukan kehati-hatian dalam melakukan cara tersebut, karena jika tidak akan dapat menyebabkan kerusakan pada komponen lain.
Kemungkinan lainnya. Cd-rom anda tidak support fitur multi read. Agar dapat membaca cd-rw disk, suatu cd-rom harus multi read compatible. Hal ini dipengaruhi oleh pemantulan yang diberikan oleh cd-rw disk lebih rendah. Fasilitas ini belum terdapat pada beberapa cd-rom keluaran awal.
Troubleshooting 4;
DVD Rom tidak dapat membaca semua cd
solusi:
Kemungkinan besar kasus tersebut terjadi karena dvd yang anda gunakan tidak mendukung fitur multi read compliant. Dengan kata lain, dvd anda hanya mendukung fitur non-compliant sehingga hanya dapat membaca  media dvd saja. Biasanya kasus ini sering dijumpai pada drive dvd yang pertama kali muncul. Namun, saat ini fitur semacam ini sudah menjadi standard baku untuk sebuah dvd-rom.

TROUBLE SHOOTING HARDDISK

Troubleshooting 1;
Hardisk tidak terdeteksi
Solusi:
Coba anda gunakan harddisk anda pada komputer lain. Apabila hardisk anda dapat dikenali, berarti masalah bukan pada harddisk anda tetapi mungkin pada kabel yang anda gunakan. Solusinya, lepas kabel power dan data pada harddisk anda, kemudian pasang ulang. Kasus ini sering  terjadi pada mereka yang suka mengutak-atik hardware komputer terutama pemasangan yang kurang baik pada hardware tersebut. Bisa saja kabel yang anda pasang belum sepenuhnya masuk atau tertancap pada slotnya. Untuk memasang kabel data dan power, prinsipnya adalah ”Merah ketemu Merah:’ maksudnya, warna merah yang ada salah satu sisi kabel data diletakkan di sebelah kabel power yang berwarna merah.
Selain itu, lakukan pula penggantian kabel power dan data anda. Mungkin saja ujung permasalahan yang anda alami terletak pada kabel-kabel tersebut. Bila masih belum bisa juga, kemungkinan masalah ada pada port IDE yang ada pada motherboard anda. Untuk masalah ini, solusi terakhirnya adalah dengan membawa motherboard anda ke service center.
Troubleshooting 2;
Hardisk mengalami kegagalan ketika di format padahal sebelumnya telah berhasil dipartisi ulang.
Solusi:
Sebelum melakukan partisi ulang, terlebih dahulu lakukan low level format pada harddisk tersebut dengan menggunakan software yang dapat didownload dari situs produsen harddisk masing-masing. Hal ini bertujuan membersihkan silinder dari bibit bed sector, yang apabila dibiarkan akan mengakibatkan bad sector fisik yang bersifat permanen. Satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah menggantinya dengan yang baru.
Apabila suatu saat PC melakukan restart ulang sendiri atau tidak di shutdown saat mematikan, dan kemudian menampilkan proses scandisk saat booting pertama, maka jangan tekan tombol exit untuk membatalkannya. Ini dikarenakan saat itu harddisk sedang melakukan pencekan guna mencegah terjadinya kerusakan yang lebih parah pada hardisk. Apabila dalam proses tersebut tombol exit ditekan maka akan memunculkan bad sector pada hardisk. Akibatnya, hardisk akan berjalan lebih lambat.
Troubleshooting 3;
Saat komputer digunakan untuk membuka program-program berat, muncul suara aneh pada hardisk (krek-krek).
Solusi :
Power supply yang aliran listriknya tidak stabil sebenarnya dapat menimbulkan suara-suara semacam itu pada hardisk. Lakukan pengecekan power supply anda dengan memasangnya pada komputer lain. Pastikan power supply anda dapat bekerja dengan baik. Jika power supply menunjukkan tanda-tanda baik alias dalam kondisi sehat, dapat disimpulkan harddisk andalah yang bermasalah.

TROUBLE SHOOTING PRINTER

Troubleshooting 1;
Printer tidak dapat melakukan percetakan
Solusi :
Lakukan pemeriksaan pada hardware dan software sesuai langkah-langkah berikut ini:
-          cek pemasangan kabel power pada printer dan kabel yang menghubungkan printer dengan CPU
-          pastikan lampu LED pada pritner dalam kondisi on.
-          Periksa kembali apakah driver yang terinstal sesuai dengan printer yang digunakan. Apabila tidak sesuai atau belum terinstal, lakukan insatalasi ulang.
-          Dalam kotak dialog print, perhatikan name, typer, dan port printer yang aktif, sesuaikan dengan printer yang akan digunakan untuk mencetak.
Troubleshooting 2;
Printer hanya dapat mencetak satu warna
Solusi :
Saat mencetak dokumen dengan berbagai macam warna, yang dibutuhkan adalah cartridge warna, bukan hanya cartridge hitam. Pemecahan dari masalah tersebut adalah dengan memastikan bahwa cartridge yang anda gunakan adalah cartridge warna.
Selain itu, coba perhatikan pada kotak dialog printer properties, dengan membuka file – print – properties. Kemudian klik tab paper/quality. Pada menu color, pilih color agar bisa melakukan pencetakan warna.
Troubleshooting 3;
Ketika mencetak menggunakan printer jenis inkjet, printer tersebut tiba-tiba mengalami gangguan yaitu tidak bisa menarik kertas sehingga proses pencetakan menjadi gagal.
Solusi :
Permasalahan tersebut seting terjadi pada printer jenis inkjet. Kebanyakan disebabkan karena roda penarik sudah menjadi licin karena waktu pemakaian yang sudah cukup lama, disamping karena terlalu sering digunakan. Roda penarik yang sudah menjadi licin, sehingga tidak bisa memegang dan menarik kertas. Bila demikian halnya, lakukan pengamplasan sendiri dengan hati-hati pada bagian roda penariknya.
Kemungkinan lain yang bisa terjadi adalah karena tinta yang hampir habis. Printer jenis tertentu, tidak bisa menarik kertas jika tintanya habis. Terkadang bila tempat tinta sudah kosong, maka printer tidak akan dapat mencetak dan jika diberikan perintah pencetakan akan terdengar bunyi beep yang berulang-ulang.
Troubleshooting 5;
Ketika sedang mencetak, kertas yang tersangkut di dalam printer. Hal itu sering terjadi dan meskipun proses cetak berhasil, tetapi kertas hasil cetakan menjadi kotor.
Solusi :
Kertas macet pada printer, yang biasa disebut dengan istilah paper jam dapat terjadi karena beberapa sebab:
-          akibat tumpukan yang mudah menempel satu dengan paper tray printer
-          jenis kertas yang mudah menempel satu dengan lainnya.
-          Roller pada printer yang sudah aus
Untuk mencegah terjadinya paper jam lakukan beberapa hal sebagai berikut :
-          ada baiknya anda membatasi tebal tumpukan kertas sesuai dengan kapasitas yang didukung oleh printer anda. Sebelum tumpukan kertas tersebut anda letakkan pada paper tray, ada baiknya untuk mengibas-ngibaskan tumpukan kertas terlebih dahulu agar kertas tidak saling menempel.
-          Jagalah kebersihan printer dari debu, dengan selalu menggunakan plastik penutup (cover) saat printer tidak digunakan, agar komponen-komponen yang ada pada printer tidak mudah aus.
Tetapi jika paper jam sudah terjadi pada printer anda, maka yang anda harus lakukan adalah menekan tuas yang tersedia untuk menetralkan roller yang menjepit kertas, kemudian secara berlahan tarik kertas yang menyakut dari printer. Selanjutnya kembalikan tuas tersebut keposisi semula. Untuk menemukan tuas tersebut lihatlah buku manual printer anda karena setiap jenis printer memiliki cara yang berbeda-beda.